
Jangan tanya gw tentang deskripsi formalnya. Gw penulis code yang berasaskan best practice dengan konsep seperlunya. Ketika koding sudah efektif dari segi algoritma, memori, dan run time nya, maka cukup sudah. Coding lama2 menyebabkan penggunaan dosis caffein dan nikotin meningkat. Gak Sehat. *malah curhat*
Jadi, setelah cukup lama membangun aplikasi web deingan Code Igniter (CI), sekarang gw dilibatkan dengan aplikasi yang menggunakan php framework Symfony. Seberapa jauh bedanya??? beda banged.
Symfony dikembangkan sampe versi 1.3 . Beda ama CI yang sekarang udah ampe 1.7. Bukan berarti Symfony ga da perkembangan, ato kurang komunitasnya. Justru sejak awal dibangun, Symfony udah sangat direncanakan dengan konsep yang matang. Jadi, baik frameworknya, dokumentasinya, dan dukungan third party libraries-nya bisa dibilang lengkap dan stabil.
What next? pertamakali, cari tahu makhluk apa ini di site resminya : http://www.symfony-project.org/ . Learning curve-nya lumayan berat, so just move on, slowly but sure.
Fundamental things that you have to know sebelum akhirnya masuk lebih jauh ke symfony, ga perlu tau detil, setidaknya cukup mengenal, antara lain :

1. PHP 5. Symfony dibangun diatas PHP 5. Dapat dipastikan berbau bau object, class, dsb.
2. OOP. Relasinya jelas dari point 1. Akan lebih sering menulis code “tanda panah” disini
3. ORM (Object Relational Mapping). Singkat kata, ini merupakan metode pemetaan objek database menjadi objek class, sehingga kelak apapun database yg digunakan, ga jadi masalah. Dalam hal ini, ORM yang digunakan bisa Propel, atau Doctrine.
4. YAML. Semacam XML but with a much simpler syntax. Scripting language yang vital dan banyak ditemukan di symfony. Script ini nantinya akan meng’generate’/parsing menjadi script php yang gak perlu lagi dicoding oleh programmernya.
5. MVC Pattern. Model, View, Controller. Bla bla bla

Ada yang bilang, framework symfony adalah awalan yang baik untuk belajar framework di PHP. Kenapa? ga tau juga, gw baru mulai. Mungkin karena saking kompleksnya framework ini, sehingga kalo ini dikuasai, maka penguasaan framework lain akan lebih mudah. Setidaknya sebelumnya gw udah buktiin kalo CI itu mudah. Lightweight banged ^^ Kita buktikan saja.
Otong Sunandar 6:54 am on 2009/11/27 Permalink |
Ahay..ahay… sip lah Brad..!!! urg ge mulai nyoba2 curat-coret di http://kopihaneut.wordpress.com